Belakangan ini, pemerintah semakin aktif mengajak masyarakat untuk lebih hemat energi, termasuk dalam penggunaan gas. Banyak ibu rumah tangga dan anak muda yang mulai memasak sendiri mengeluh, “Kenapa ya tagihan gas jadi membengkak?”
Kemudian muncul pertanyaan: Apakah alat masak dari stainless steel itu boros gas? Beberapa orang beranggapan bahwa bahan stainless itu keras, panasnya butuh waktu lama untuk naik, jadi harus menggunakan api besar. Tapi, tunggu dulu! Itu hanya mitos!
Sebenarnya, jika kamu tahu caranya, alat masak stainless bisa menghemat gas hingga 30%. Pemerintah pun mendukung penggunaan peralatan masak yang efisien dalam penggunaan energi. Nah, di artikel ini, kami akan membagikan 5 cara untuk menghemat gas dengan menggunakan alat masak stainless sesuai dengan anjuran pemerintah. Siap untuk mengurangi pengeluaran dapur? Ayo, simak!
Kenapa sih alat masak stainless steel bisa lebih hemat gas? Sebelum kita bahas cara-cara praktisnya, penting untuk memahami keunggulan stainless steel dibandingkan bahan lain seperti teflon atau aluminium.
Dengan api kecil saja, kamu sudah bisa memasak karena panasnya merata ke seluruh permukaan panci. Ini berbeda dengan teflon yang memerlukan api yang stabil agar tidak mudah gosong.
Jadi, dengan stainless steel, kamu bisa menghemat gas, asalkan teknik memasaknya tepat. Yuk, kita terapkan 5 cara berikut!
1. Gunakan Api Sebesar Diameter Panci

Ini adalah kesalahan yang sering terjadi: Banyak orang menyalakan api terlalu besar hingga “menjorok” keluar dari dasar panci. Akibatnya, panasnya terbuang sia-sia ke udara, bukan ke makanan. Selain itu, ada risiko gagang panci menjadi panas dan cepat rusak.
Lalu, bagaimana cara yang benar? Pastikan nyala api tidak melebihi diameter dasar panci kamu. Jika kamu menggunakan kompor dengan tungku besar, sebaiknya gunakan tungku kecil untuk panci berukuran 16-20 cm.
Untuk wajan atau panci besar (28-30 cm), kamu bisa menggunakan api besar, tetapi tetap harus dijaga agar tidak melebihi batas.
Hasilnya: Panas akan terserap dengan maksimal, gas tidak terbuang sia-sia. Kamu bisa menghemat 10-15% per bulan.
2. Panaskan dengan Metode (Water Bead Test)
Stainless steel itu berbeda dari teflon. Ia tidak otomatis anti lengket. Namun, jika dipanaskan pada suhu yang tepat, makanan tidak akan lengket sama sekali, ini juga menjadi kunci untuk menghemat gas.
Berikut langkah-langkah “Water Bead Test”:
Letakkan panci stainless yang kering di atas kompor
Nyalakan api kecil hingga sedang
Teteskan setetes air ke tengah panci.
Jika air langsung menguap (mendesis) panci masih terlalu dingin. Jika air membentuk butiran bulat yang bergulir-gulir seperti merkuri suhu sudah pas. Kecilkan api ke posisi paling rendah, lalu tambahkan minyak atau langsung masukkan bahan masakan.
Kenapa ini hemat gas?
Karena kamu tidak perlu memanaskan panci terlalu lama dengan api besar. Cukup beberapa detik setelah air bergulir, panci sudah siap. Makanan matang cepat, tidak lengket, dan gas pun irit.
Tips pro: Setelah air bergulir, kamu bisa mengecilkan api ke posisi 1/4 dari besar api awal. Panas di dalam panci stainless akan tetap stabil.
3. Memanfaatkan Tutup Panci Berkaca

Banyak orang sering kali mengabaikan fungsi dari tutup panci. Padahal, dengan tutup yang rapat, panas dan uap bisa terperangkap di dalamnya. Suhu di dalam panci bisa meningkat dua kali lipat lebih cepat dibandingkan jika tidak menggunakan tutup.
Memasak sayur tanpa tutup: 10 menit.
Dengan tutup: 5-6 menit (hemat 40% waktu dan gas)
Cara optimal: Gunakan tutup kaca tempered agar kamu bisa memantau makanan tanpa harus membuka tutupnya.
Setelah air mendidih atau makanan setengah matang, kecilkan api ke posisi paling rendah. Panas yang terperangkap di dalam akan terus memasak makanan.
Matikan kompor 2-3 menit sebelum makanan benar-benar matang. Panas residu di panci stainless akan menyelesaikan proses memasak.
Efisiensi: Hemat gas 20-30% setiap kali memasak.
4. Gunakan Alat Masak Stainless dengan Ukuran Tepat untuk Porsi Masakan
Kesalahan yang sering kali terlewatkan adalah menggunakan panci besar untuk memasak dalam jumlah sedikit. Misalnya, memasak satu porsi mie instan dengan panci berukuran 20 cm, atau merebus dua butir telur dalam panci 24 cm. Hal ini menyebabkan panas dari kompor menyebar ke area yang luas yang tidak terisi makanan atau air, sehingga energi gas terbuang sia-sia.
Kenapa ini sangat boros gas?
Api memanaskan seluruh permukaan panci, tetapi hanya sebagian kecil yang bersentuhan dengan makanan. Panas berlebih pun keluar melalui dinding panci yang tidak tertutup makanan.
Selain itu, butuh waktu lebih lama untuk mencapai suhu masak karena volume udara di dalam panci terlalu besar.
Solusi dari alat masak stainless steel: Stainless steel memiliki konduktivitas panas yang sangat baik. Jika kamu menggunakan panci yang sesuai dengan porsi masakan, panas akan terserap secara maksimal oleh makanan, bukan oleh udara kosong di dalam panci.
Panduan memilih ukuran panci stainless yang tepat:
|
Porsi Masakan |
Ukuran yang Disarankan |
Contoh Penggunaan |
|
1-2 orang |
14 cm – 16 cm |
Rebus mi, masak sup kecil, tumis sayur |
|
2-3 orang |
18 cm – 20 cm |
Masak kari, rebus 3-4 telur, buat bubur |
|
4-5 orang |
22 cm – 24 cm |
Gulai ayam, sop daging, nasi tim |
|
>5 orang atau stok makanan |
26 cm – 28 cm |
Rawon, rendang, kuah dalam jumlah besar |
Tips praktis untuk menghemat gas dengan ukuran panci yang tepat:
Gunakan panci kecil untuk porsi yang sedikit. Jika kamu tinggal sendiri atau hanya berdua, sebaiknya beli set alat masak stainless yang terdiri dari panci berukuran 14 cm, 16 cm, dan 18 cm. Jangan memaksakan diri menggunakan panci yang besar.
Isi panci setidaknya 2/3 penuh. Air atau bahan makanan sebaiknya mengisi minimal dua pertiga dari tinggi panci. Jika isinya kurang dari setengah, lebih baik gunakan panci yang lebih kecil.
Perhatikan ukuran panci dibandingkan dengan kompor. Menggunakan panci kecil di atas tungku besar juga bisa boros gas (ini sudah dijelaskan di cara #1). Pastikan ukuran tungku kompor tidak lebih lebar dari dasar panci.
Bukti nyata Memasak 1 liter air untuk mie instan:
Menggunakan panci 20 cm - 7 menit untuk mendidih.
Menggunakan panci 14 cm - 4 menit untuk mendidih.
Hemat waktu 40%, hemat gas 40%.
5. Matikan Kompor Lebih Awal - Memanfaatkan Panas Residu Stainless

Ini adalah trik cerdas yang sering kali terlewatkan oleh banyak orang. Alat masak dari stainless steel, terutama yang memiliki dasar tebal, sangat baik dalam menyimpan panas. Setelah kamu mematikan kompor, panci stainless akan tetap hangat selama 5-10 menit—cukup waktu untuk melanjutkan proses memasak tanpa perlu menyalakan api lagi.
Konsep “Memasak dengan Panas Residual”:
Kamu tidak perlu terus menyalakan api sampai makanan benar-benar matang.
Matikan kompor 3-5 menit sebelum waktu matang yang diperkirakan.
Tutup panci dengan rapat. Panas yang terperangkap di dalam panci dan makanan akan menyelesaikan proses memasak.
Contoh penerapan:
|
Jenis Masakan |
Waktu masak normal dengan api terus |
Matikan kompor lebih awal (dengan tutup tertutup) |
|
Nasi atau bubur |
25 menit |
Matikan di menit 20, diamkan 10 menit |
|
Rebusan sayur (bayam, wortel) |
10 menit |
Batikan di menit 6, diamkan 5 menit |
|
Kacang hijau atau biji-bijian |
40 menit |
Matikan di menit 32, diamkan 15 menit |
|
Telur rebus |
12 menit |
Matikan di menit 8, diamkan 7 menit |
Tips tambahan: Jangan buka tutup panci setelah mematikan kompor. Setiap kali kamu membuka tutup, uap panas akan keluar dan proses memasak pun terhenti.
Untuk masakan berkuah, cukup aduk sekali saja setelah kompor dimatikan agar panasnya merata.
Gabungkan dengan cara #3 (tutup rapat) untuk hasil yang maksimal.
Penghematan: Dengan mematikan kompor 5 menit lebih awal setiap kali memasak, kamu bisa menghemat 15-25% konsumsi gas per bulan. Dalam setahun, itu setara dengan 3-4 tabung LPG 3 kg!
Kesimpulan
Mengikuti anjuran pemerintah untuk menghemat gas sebenarnya tidak sulit. Dengan menggunakan peralatan masak stainless yang tepat dan menerapkan 5 cara sederhana di atas, kamu bisa:
Mengurangi tagihan gas hingga 30% atau bahkan lebih.
Memasak dengan lebih cepat dan lebih sehat.
Mematikan kompor lebih awal tanpa khawatir makanan akan mentah berkat panas residu dari stainless.
Berpartisipasi dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Siap untuk menghemat gas dan memasak dengan lebih cerdas? Ayo, gunakan peralatan masak stainless Komodo !
Lebaran sudah di depan mata! Pasti kamu sudah tidak sabar untuk berkumpul dengan keluarga sambil men
Sahur itu memang sebuah perjuangan. Di saat separuh hati masih terjebak dalam mimpi dan rasa kantuk,
Pernah merasa frustrasi ketika telur mata sapi yang kamu goreng malah jadi orak-arik, atau fillet ik
Kamu pasti sangat teliti dalam memilih bahan makanan: sayur organik, daging segar, dan bumbu alami.
Pernah nggak sih, kamu merasa makanan selalu gosong di bagian wajan yang sama, padahal sudah pakai m