6 Cara Sederhana Hemat Air untuk Selamatkan Bumi

15 March 2021

Krisis air merupakan salah satu masalah serius yang kini dihadapi oleh banyak negara di dunia. Hal ini diantaranya disebabkan terjadinya perubahan iklim serta meningkatnya jumlah penduduk dan kegiatan industri. Berbagai cara pun dilakukan termasuk mengkampanyekan gerakan menghemat air agar terhindar dari krisis alam tersebut.

Sebagai sumber daya alam yang dapat diperbaharui, air pun dalam kondisi tertentu menjadi terbatas. Krisis air sering terjadi terutama pada musim kemarau yang panjang. Nah #happypeople dunia yang terus menghangat membuat kita mesti bisa mengelola penggunaan air dengan benar. Berikut ini ada cara menghemat air supaya kita terhindar dari bahaya kekeringan di masa depan.

  1. Mandi Pakai Gayung

Dikutip dari Kompas, mandi dengan gayung bisa jadi cara kita menghemat air, lho. Memakai gayung saat mandi akan menghabiskan sekitar 15 liter air. Sementara, mandi dengan pancuran bisa menghemat lebih dari 60 persen air.

  1. Matikan Keran saat Cuci Tangan dan Gosok Gigi

Cara menghemat air berikutnya adalah dengan mematikan keran saat mencuci tangan dan menggosok gigi. Kok bisa? Yup, karena dengan penggunaan gayung atau gelas saja, kita bisa berhemat 11 liter air per hari.

  1. Menyiram Tanaman

Menyiram tanaman merupakan aktivitas yang bisa menghemat air. Sebaiknya siram tanaman di pagi hari, sebab bila menyiram tanaman pada siang hari membuat air menguap sebelum diserap. Selain itu, kamu juga bisa menanam pohon dan tanaman lain saat musim hujan. Waktu ini sangat tepat karena tumbuhan akan membutuhkan lebih banyak air.

  1. Jangan Terlalu Banyak Buang Air di Kloset

Cara sederhana menghemat air selanjutnya adalah mengurangi siraman air pada toilet duduk. Kamu tidak perlu berlebihan dalam menggunakan air saat buang air di kloset duduk. Jika kotoran sudah hilang, maka tidak perlu menyiram toilet lagi, ya.

  1. Bijaksana saat Penggunaan Air untuk Mencuci Pakaian

Dari hal kecil kita membantu mengurangi ancaman krisis air di masa depan. Yup, jangan gunakan air berlebihan saat mencuci pakaian, ya. Gunakan mesin cuci yang hemat 11.400 – 34.000 liter air. Cucilah saat pakaian sudah menumpuk banyak dan sesuaikan dengan kapasitas mesin.

  1. Gunakan Peralatan Stainless

Sebagai dampak dari perubahan iklim, krisis air bisa dicegah dengan mengawalinya lewat kampanye Go Green. Salah satu bentuk kampanye Go Green adalah mengganti peralatan rumah tangga dengan bahan material stainless. Pemakaian alat rumah tangga telah banyak beralih dari penggunaan produk yang terbuat dari bahan plastik ke bahan material stainless. Bahan stainless dinilai dapat mengurangi risiko pencemaran lingkungan.

Salah satu penyedia peralatan rumah tangga stainless terpercaya adalah nagakomodo.co.id Naga Komodo menyediakan beragam produk kebutuhan peralatan rumah tangga seperti sendok, gunting daging, pisau, botol, sedotan, dan lain-lain yang semua terbuat dari bahan stainless berkualitas tinggi dan aman bagi lingkungan. Informasi selengkapnya tentang produk peralatan rumah tangga dari Naga Komodo dapat dilihat dengan mengunjungi laman https://nagakomodo.co.id/produk dan Instagram @Nagakomodo.id

Artikel Terkait Lainnya

Jangan Salah Lagi! 5 Kekeliruan Pengguna Baru Alat Masak Stainless & Cara Mengatasinya

30 August 2025

Pernah nggak sih, kamu merasa super excited saat beli set alat masak stainless steel yang kinclong d

Lihat Selanjutnya

7 Jenis Cabe Khas Indonesia yang Harus Kamu Tahu!

25 August 2025

Bagi para pecinta kuliner Indonesia, rasa pedas itu sudah seperti "jiwa" yang menghidupkan

Lihat Selanjutnya

Gagang Panci Suka Patah? Simak 5 Tips Memilih Gagang Panci Sebelum Membelinya!

23 August 2025

Pernahkah kamu sedang asyik memasak opor atau merebus sayuran, tiba-tiba... krak! Gagang pancinya pa

Lihat Selanjutnya

5 Variasi Tumpeng Kreatif untuk Rayakan HUT RI

13 August 2025

Setiap bulan Agustus, tumpeng menjadi simbol kebersamaan yang tak tergantikan. Tapi siapa bilang mem

Lihat Selanjutnya

Rekomendasi Alat Masak yang Cocok untuk MPASI yang Aman untuk Makanan Si Kecil

26 July 2025

Memasuki fase MPASI (Makanan Pendamping ASI) adalah saat yang penuh kebahagiaan sekaligus tantangan

Lihat Selanjutnya